Rabu, 17 Juli 2013

Pengguna Kereta Api Jabodetabek

 Source foto : https://jakartapedestrian.wordpress.com/category/transportasi-publik-jakarta/page/11/

Sebagai warga Jakarta, rasanya tidak seru rasanya jika kita belum pernah mencoba moda transportasi yang satu itu, Kereta Api. Alat transportasi massa yang satu ini merupakan salah satu transportasi yang dapat menghindari diri anda dari kemacetan di Ibukota. Eittsss, tapi jangan salah, di jam-jam padat, yaitu berangkat dan pulang kantor, alat transportasi ini sangat dipenuhi oleh puluhan manusia. Jadi, jangan heran kalau kalian akan mengalami himpitan di dalam kereta.

Katanya sih kereta Ac, tapi kenyataannya seperti hembusan angin yang keluar dari mulut. Di dalam kereta banyak sekali orang, tidak hanya dari kalangan karyawan kantor saja, tetapi ada juga dari kalangan mahasiswa, anak sekolah, sampai pedagang kaki lima. Meskipun keadaan kereta sangat padat menjelang jam pulang kantor, tapi mereka tetap santai, "yah sudah biasa mbak", ujar penumpang yang hampir setiap hari naik kereta.

Bagi penumpang yang mendapat tempat duduk, baik pria maupun wanita, hampir sebagian dari mereka menutup matanya. Entah benar mereka tidur atau mungkin sekedar menutup mata biar terlihar tidur. Bagi yang pura-pura tidur beralasan, "ah ga enak kalau ga pura-pura tidur, nanti gak tega kalau ada Ibu-Ibu yang lebih tua berdiri di depan duduk saya. Kalau saya gak pura-pura tidur, mau gak mau saya kasih tempat duduk saya ini ke Ibu-Ibu tersebut". Yah begitulah kalau naik Kereta AC yang dulu harganya sempat Rp.9.000. Terlihat individual, tapi itulah nyatanya. Ada juga penumpang yang sibuk memainkan Gadget kesayangannya, kalau kata anak sekarang itu BBM-an, Line-an, What's Up-an, Twitter-an, bahkan yang terbaru Path-an.

Ada lagi sepasang muda-mudi yang sedang pacaran, terlihat ngobrol sambil bercanda-canda, bahkan terkadang manja-manjaan dipundak sang kekasih sambil memejamkan mata. Namanya juga anak muda, dunia serasa milik berdua. Kalau pagi hari naik kereta, bisa terlihat anak-anak mahasiwa yang duduk sambil memegangi buku mereka, ditambah lagi terkadang mulutnya komat-kamit. Pasti mereka sedang kerja tayang buat ujian hari itu atau mungkin untuk persiapan ujian dadakan dari dosennya. Terlihat intelek bukan? duduk sambil belajar serius, tapi gak tau, apakah pelajaran yang dibaca masih ingat atau tidak ketika ujian, yang penting dibaca saja bukunya.

Kalau anak sekolah yang duduk pasti heboh. Ya biasalah anak ABG, gak jauh-jauh heboh cerita tentang senior atau teman yang sedang mereka suka. Terkadang mereka juga menggosip tentang guru mereka atau berceloteh tentang ujian hari ini yang tidak bisa mereka kerjakan, alias nyontek. Kalau para pedagang yang masuk kereta AC sih jarang yang duduk. Mereka sering dilihat sebelah mata oleh penumpang lainnya, mungkin karena barang dagangan mereka yang membuat ruang lingkup kereta bertambah padat dan sesak, sehingga menambah ketidaknyamanan penumpang lain. Kalaupun mereka duduk, biasanya mereka duduk dilantai, tepat di samping atau di depan dagangan mereka sambil termenung atau sesekali tertidur pulas.

Kalau penumpang yang duduk punya cerita, lain lagi cerita penumpang yang harus berdiri. Kebanyakan dari penumpang yang berdiri lebih sering bermain HP atau sekedar berbincang dengan teman disebelahnya. Jangan salah, penumpang yang berdiri lebih emosian, senggol dikit, langsung nengok dan mendumel di dalam hati "iihhh ngapain sih nih orang gak bisa diem banget", padahal orang yang gak bisa diem itu mau keluar kereta. Mungkin kalau keretanya manusiawi, gak perlu senggol pinggul satu sama lain kali ya.

Orang Indonesia sekarang senang sekali dengan kata KEPO. Nah si Kepower atau orang yang Kepo banget ini juga ada loh dikereta. Perhatikan sekeliling anda ketika anda sedang mengetik pesan di HP anda, jangan sampai si Kepower ini berada disamping anda. Si Kepower ini biasanya suka melirik ke HP anda dikala anada sedang mengetik pesan, tidak ada keuntungannya sih bagi dia, hanya ingin tahu saja apa yang sedang anda ketik di HP.

Ada lagi orang yang suka memanfaatkan kepadatan dikereta dengan tidak membeli karcis kereta tersebut. Pada saat itu karcis kereta masih menggunakan kertas. Biasanya orang yang tidak membeli karcis ini berdirinya gelisah, sedikit-sedikit melihat arah gerbong depan atau belakang. Kalau ada petugas dari belakang, sebisa mungkin jalan ke depan sampai akhirnya kereta berhenti distasiun berikutnya atau ada juga yang dengan muka polos dan santai mengucapkan ABO (Abudemen). Sontak saja si petugas percaya begitu saja tanpa mengecek kembali apakah benar penumpang tersebut menggunakan abudemen.

Kalau penumpang yang duduk tertidur itu wajar, namun ada juga beberapa penumpang yang berdiri tertidur pula. Mungkin saking begitu banyaknya tugas dikantor atau mungkin kebanyakan belajar atau mengerjakan tugas (bagi kakak mahasiswa). Ada juga penumang yang hanya diam memandangi pemandangan diluar jendela. Mungkin mereka sedang memikirkan tugas yang menumpuk di kampus, permasalah dengan bos yang bawel di kantor, persediaan uang yang mulai menipis, permasalahan internal didalam keluarga atau memikirkan barang daganganan yang masih tersisa. Mungkin juga mereka terlalu jenuh dan letih dengan rutinitas hari itu, sehingga hanya terdiam kosong memandangi jalanan.

Inilah "kehidupan" dikereta yang memiliki cerita tersendiri:)



Enjoy it,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar