Jumat, 31 Juli 2015

"Thinking Out Loud"

"Thinking Out Loud"

When your legs don't work like they used to before
And I can't sweep you off of your feet
Will your mouth still remember the taste of my love?
Will your eyes still smile from your cheeks?

And, darling, I will be loving you 'til we're 70
And, baby, my heart could still fall as hard at 23
And I'm thinking 'bout how people fall in love in mysterious ways
Maybe just the touch of a hand
Well, me - I fall in love with you every single day
And I just wanna tell you I am

So honey now
Take me into your loving arms
Kiss me under the light of a thousand stars
Place your head on my beating heart
I'm thinking out loud
Maybe we found love right where we are

When my hair's all but gone and my memory fades
And the crowds don't remember my name
When my hands don't play the strings the same way (mmm...)
I know you will still love me the same

'Cause honey your soul could never grow old, it's evergreen
And, baby, your smile's forever in my mind and memory
I'm thinking 'bout how people fall in love in mysterious ways
Maybe it's all part of a plan
Well, I'll just keep on making the same mistakes
Hoping that you'll understand

That, baby, now
Take me into your loving arms
Kiss me under the light of a thousand stars
Place your head on my beating heart
Thinking out loud

By : ED SHEERAN

A Short Letter to My Lovely Husband

Dear Suamiku,

Gak pernah terbayangkan bahwa dirimu, orang yang dahulu sama sekali tidak pernah ku kenal, sekarang telah menjadi suamiku. Bahagia? Tentu bahkan aku sangat bahagia bisa menjadi istrimu. Aku tahu penikahan ini bukanlah akhir dari hubungan kita, melainkan awal dibangunnya hubungan kita. Banyak orang yang berkata "Akhirnya Nikah Juga," kenapa harus mengatakan "akhirnya?" Pernikahan sesungguhnya awal bagi pasangan untuk bisa membangun "pondasi" kehidupan bersama, menerima kekurangan masing- masing dan saling menghargai satu sama lain.

Satu hal yang paling aku takutkan dalam menjalani rumah tangga adalah KEHADIRAN ORANG KETIGA... Well, gak muluk - muluk kok, cukup menjadi suami yang betanggung jawab lahir dan batin serta siap untuk SETIA sampai maut memisahkan. 

Aku lebih rela untuk hidup sederhana tanpa kehadiran orang ketiga, dari pada aku harus hidup bergelimang harta namun diselingi orang ketiga... 

Dear Suamiku, 

Jika suatu hari kamu berada dijalan yang salah, semoga Allah selalu memberikan pintu kebenaran yang akan membawa kamu ke jalan yang benar lagi. Ketika kamu selingkuh itu pertanda rumah tangga ini harus diakhiri dan maaf sampai kapanpun aku tidak bisa menerima perselingkuhan, apapun itu alasannya. 

Aku selalu berharap kamu bisa menjadi suami sekaligus ayah terbaik untuk kami




From : Your soulmate dan Angels :*

Senin, 27 Juli 2015

Kamu Yang Ku Tunggu : A Song For Mingki Ku

Lagi ini cocok banget mendeskripsikan bagaimana perasaan gw kepada pasangan gw kini dan seterusnya...

telah ku temukan yang aku impikan
kamu yang sempurna
segala kekurangan semua kelemahan
kau jadikan cinta

tanpamu ku tak bisa berjalan
mencari cinta sejati tak ku temukan
darimu aku bisa merasakan
kesungguhan hati cinta yang sejati

kamu dikirim Tuhan
untuk melengkapiku tuk jaga hatiku
kamu hasrat terindah untuk cintaku
takkan cemas ku percaya kamu

karena kau jaga tulus cintamu
ternyata kamu yang ku tunggu
segala kekurangan semua kelemahan
kau jadikan cinta

tanpamu ku tak bisa berjalan
mencari cinta sejati tak ku temukan
darimu aku bisa merasakan
kesungguhan hati cinta yang sejati

kamu dikirim Tuhan
untuk melengkapiku tuk jaga hatiku
kamu hasrat terindah untuk cintaku
takkan cemas, ku percaya kamu

karena kau jaga tulus cintamu
ternyata (ternyata ooh)
ternyata (oh ternyata)
ternyata kamu yang ku tunggu

By : Rossa feat Afgan

Rumahku Istanaku

Rumah itu indah jika keluarga yang menempati rumah tersebut hidup harmonis penuh cinta dan kasih sayang. Siapa sih yang gak mau punya rumah mewah dan megah? Gw paling suka yang namanya berkhayal kelak gw harus punya rumah yang sesuai dengan apa yang gw mah. Tempat yang membuat anak -anak dan suami betah di rumah. semua yang akan lo dapatkan berawal dari khayalan, tentu saja jangan cuma ngayal bego, kudu ada kerja keras dan ssemangat untuk mewujudkan khayalan lo menjadi nyata. 

Iseng - iseng googling ketemu beberapa design rumah yang gw idam - idamkan :




Butuh kerja keras dan doa banget buat bikin rumah macam gambar - gambar di atas hihihi




Kalau punya kamar kayak gitu mah alamat bangun siang molo gw :p

Tangganya seperti ini ah biar keceh

Kalau kamar mandinya keren, dijamin suami gw gak males mandi lagi!!!




Berhubung gw suka masak, dapur penting banget dibuat besar dan bersih tentunya...




Kumpul keluarga tiap malem itu harus ya at least pas weekend deh ya :)





Berenang di belakang rumah ok nih...








Curug Seribu : Sensasi Bermain Air Bercampur Tantangan Pendakian

Sebelum gw panjang lebar bercerita mengenai pengalaman gw saat mengunjungi Curug Seribu, gw cuma mau bilang kalau gw suka berwisata yang berkaitan dengan lingkungan pegunungan, like Puncak or Lembang or sejenisnya, tapi gw gak suka NAIK GUNUNG! Minggu kemarin ketika gw masih libur lebaran, suami gw mengajak gw bermain ke Curug Cigamea. Katanya sih Curug di sana lebih ok dari pada Curug Bidadari soalnya masih alam banget. Ok, dengan hati senang dong gw menerima ajakan suami gw itu. Curug Cigamea itu sendiri berada di kawasan Taman Nasional Halimun - Salak, Bogor. 

Well, butuh stamina yang ok untuk menuju Curug Cigamea tersebut. Ya kalau dari Cilebut sih jarak tempuhnya kemarin sekitar 2 - 3 jam. Mungkin dikarenakan hari libur lebaran jadi jalanan agak sedikit macet, belum lagi kemarin gw harus melewati pasar yang macetnya sumpah najis banget. Perjalanan jauh ga mematahkan semangat gw untuk bermain air di Curug Cigamea. 



Melihat gerbang pintu masuk di tempat wisata Taman Nasional Halimun - Salak, Bogor di depan mata tuh rasanya gembira banget. Pohonan rindang dan udara yang sangat sejukpun menyambut kedatangan kami di sana. Banyak banget pohon pinus di sana, pengen selfie tapi sayangnya udah ga sabar banget pengen main air di air terjun hihihi. Ternyata di dalam satu komplek wisata ini terdapat beberapa Curug loh, diantaranya Curug Ngumpet, Curug Kondangan, Curug Cihurang, Curug Seribu dan pastinya ada Curug Cigamea. Curug yang paling dekat dengan pintu masuk sudah sangat dipadati oleh para wisatawan, so suami gw memutuskan untuk lanjut sampai curug yang paling jauh, Curug Cigamea. Ya kalau dari pintu masuk sih sekitar 15 - 20 menitan. Sesampainya di depan pintu masuk Curug Cigamea, suami gw tak langsung memberhentikan motornya, dia malah berhenti di sebuah warung untuk membeli air dan rokok. 

Setelah hampir 5 menitan di warung, gw kembali untuk menuju Curug Cigamea, tapi sayangnya suami gw pun tidak berhenti. "Eh kok gak berenti sih, emang kita mau kemana?" tanya gw. lalau dengan santai dia menjawab, " Lah siapa juga yang mau ke Curug Cigamea, aku mau ngajak kamu ke Curug Seribu. Tempatnya lebih okeh, udah gitu gak ramai banget orang - orangnya." Baiklah berhubung saya tidak tahu apa - apa, ya ikut saja kemana dia membawa gw. 

Finally, tibalah kita di depan pintu masuk Curug Seribu. Yang gw bingung kenapa ini tempat kok sepi banget ya, beda sama curug lainnya. He said : "Nih kalau di Curug Seribu mah sedikit pengunjungnya, orang jauh kok jarak menuju air mancurnya" Gw pikir jauhnya itu dari papan petunjuk si Curug menuju tempat parkirannya aja, TERNYATA.... mau dari papan petunjuk sampai parkiran, maupun dari parkiran menuju curugnya pun JAUH. Jalan menuju Curug penuh dengan medan yang menantang banget. Mungkin disatu sisi gw bukan tipe anak yang suka naik gunung kali ya, jadi menatap medan yang seperti ini udah ciut duluan nyali gw, tapi asli ini bangke banget medannya. Mulai dari jalan yang penuh bebatuan, tanah, becek, licin pula, naik turun alias gak rata jalannya, curam pula di sampingnya jurang, asli komplit gw BT. 

Gak menikmati perjalanan? Iya, karna awalnya di dalam benak gw adalah gw mau liburan yang fun tanpa capek kayak gini. Secara 2 hari lagi masuk kantor, kalau liburan macam gini yang ada badan gw remuk semuanya. Alhasil ujung - ujungnya manggil tukang urut buat ngurutin semua badan gw. Well, pemandangannya emang alam banget sih dan asri, tapi tetep ini bukan liburan yang gw inginkan saat itu. Bayangkan aja, gw udah telat 2 mingguan diajak liburan mcam gini, gimana gak kesel, kalau ternyata gw lagi hamil kan bahaya banget. 

Nih liat aja jalanan menuju si Curug : 
Emang gambar yang ada dibawah ini sih bukan asli milik gw, cuz gw udah keburu BT banget jadi boro - boro mau selfie, foto pemandangan aja udah males banget. Meskipun begitu ada sih beberapa foto yang diambil oleh suami gw. 





Hampir sekitar 40 menit lebih gw menempuh perjalanan sampai ke tempat tujuan. Finally, tibalah gw dan suami gw di Curug yang dituju. Berhubung gw dah BT banget dan super capek, jadi gw liatnya biasanya aja sih si Curug. Ditambah lagi para pengunjung tidak diperbolehkan main air tepat di Curugnya dikarenakan seringnya jatuh korban jiwa setiap kali ada yang bermain tepat di air terjun tersebut. Overall, memang suasananya alam banget, airnya super seger, air terjunnya pun juga besar. Kurang menikmati liburan disana karna gw masih ngambek gegara perjalanannya parah banget. Nah karna ngambek yang berlebihan yang berimbas gw gak mau main air sama sekali dan akhirnya suami gw pun marah. Baru aja istirahat 30 menitan, suami marah dan ngajak balik lagi!!!

Bayangin aja udah menuju si Curug butuh perjuangan, sampe di Curugnya cuma sebentar. Kaki gw masih entah apa rasanya udah harus mendaki balik lagi. GAK NGOTAK emang... Ampuuunnn. Well, adapun hikmah dan pelajaran dari perjalanan ini segala sesuatu itu butuh kerja keras dan perjuangan untuk dicapai apalagi jika yang ingin dicapai itu adalah sesuatu yang sangat istimewa. Memang berat, tapi ketika lo dapat menaklukkan semua rintangan, lo pantes mendapatkan lebih. 

Ini hasil jemprettan sedikit dari Hp gw. Asli diambil oleh suami gw. 





Ya kalau mau tau gambar lainnya, ini gw googling dapet view asli Curug Seribu sesuai dengan apa yang gw liat pas di sana. 




Yang ngaku suka tantangan, boleh banget coba ke tempat ini...








Kamis, 23 Juli 2015

You Belong with Me

Sempat ada pertanyaan bodoh yang terlontarkan untuk Amingku tercinta mengenai hubungan kami waktu itu :
"Sayaaaaang, kenapa sih dulu kamu mau nungguin aku sampai 3 bulan pas aku dibawa ke Lombok sama keluarga?"

Simple ajah sih Ndun, "aku percaya kalau kamu itu jodoh aku. Aku percaya suatu saat kamu pasti akan kembali ke aku. Nih buktinya kita sekarang udah nikah kan?"

AAAAAAAAAAAHHHHHH Soooooo Sweeeeettttt !!!!
Kamu kaya film India aja sih yang setia ke pasangannya,,,

He said : "Lah aku emang ngikutin film India, hahahhahahaha Secara gak langsung itu bukti kalau aku benar - benar sayang sama kamu dan ingin menjadikan kamu Ibu dari anak - anakku kelak"

#Pelukpelukmanja

He said : "Hatiku tak Segarang Wajahku"

Bagaimana bisa orang yang terlihat galak dan sangar ternyata hatinya sangat lembut dan mudah tersentuh oleh hal - hal yang berbau perasaan. Yaps, beneran ada kok orang semacam itu. amingku orangnya. Dibalik wajahnya yang galak ternyata hatinya terlalu lembut untuk disakiti. Bayangkan aja, ada gitu cowo yang nonton film india sampai nangis? Hahahaha... Sementara gw nonton dengan tenang, doi malah mewek di samping gw. Gimana ga ketawa ngakak coba gw kan. 

Apa mungkin emang gw cewe yang hatinya batu kali ya, jarang banget yang namanya nangis. Apalagi nangis di depan orang atau bahkan nangis gara - gara nonton film, paling anti banget deh. Hatinya rapuh serapuh kayu banget deh ah ah ah. Biar gitu gw sayang banget sama amingku. Sekarang gw memang udah tau kalau hati dia itu lembut bahkan lebih lembut dari hati gw. 

Kalau kata orang, kalau ada cowo yang bisa nangis dihadapan cewenya, tandanya cowo itu sayang banget sama si cewe. Naaaaahhhhh!!! dulu pas pacaran ada moment - moment dimana dia pernah meneteskan air matanya di depan gw. That's why i know that he really really loves me...I know that I really loves him too and never let him go...

Rabu, 22 Juli 2015

Iedul Fitri 2015 : Hari nan Fitri Penuh Suka Cita dan Kebersamaan

Alhamdulillah tahun ini bisa merayakan hari raya Idul Fitri bareng suami. Lebaran kali ini cukup special dan penuh dengan kejutan, why? Karna banyak hal yang tak terduga terjadi pada lebaran kali ini. Kalau dibilang seneng mah, gw seneng banget. Selain bertambahnya jumlah anggota keluarga, tahun ini gw bisa melihat seyum diwajah nyokap. Tahun lalu bahkan tahun - tahun sebelumnya, nyokap tuh galak dan ga semangat kalau lebaran dikarenakan gw masih pacaran dengan suami gw. Keajaibanpun terjadi saat ini yaitu dimana nyokap baik banget sama suami gw. Sudah bisa tersenyum dan bercanda bareng lagi seperti dulu waktu gw baru pacaran dengan suami gw. 

Alhamdulillah juga karna ini adalah hadiah terindah yang pernah ada saat lebaran. Sudah lama gw menantikan senyum diwajah nyokap saat bertemu suami gw ini. Mungkin Allah sudah membukakan pintu hati nyokap untuk menerima suami gw. Hebatnya lagi, kemarin nyokap nyediain jengkol cabe hijau dan ikan asin jambal, which is itu makanan favorit gw dan suami gw. Subhanallah banget kan... Sesampainya di rumah nyokap, gw langsung disuguhkan oleh makanan favorite gw, dari mulai jengkol, ayam goreng dan gak ketinggalan rendang. Sungguh indah lebaran tahun ini. 

Seumur - umur saat dulu masih pacaran gw gak pernah bawa suami gw ini ke rumah tante - tante gw. Bukan karna gw malu atau apalah itu namanya, gw hanya ga mau ambil ribet aja sama keluarga kalau bawa cowo ke rumah saudara. But now for the first time, gw ajak suami gw berkeliling mengunjungi rumah tante gw satu per satu. hari baik bulan baik, cocok banget untuk bersilahturahmi ke rumah keluarga. Alhamdulillah suami bisa ditrerima dengan baik dikeluarga gw. Senang punya suami yang bisa beradaptasi cepat dengan keluarga gw yang sedikit agak rempong sih ya, hihihi. 

 

Selasa, 07 Juli 2015

Aming sangat mencintai aku. Aku juga sangat mencintai aming. Karena Aming aku merasa utuh. Tidak ada lagi keraguan dalam hatiku. Karena semua rasa yang kuidamkan telah terlengkapi setelah kehadiran Aming di kehidupanku.

Aming... Jangan pernah hilang dariku...

Senin, 06 Juli 2015