Rabu, 24 Juli 2013

Anak Tunggal


Guys apa yang ada dipikiran kalian kalau kalian mendengar kata Anak Tunggal atau anak sematawayang? Gw yakin kalian pasti akan mengatakan, "Wah enak banget ya jadi anak tunggal", tapi apakah oknum yang dikatakan sebagai anak tunggal setuju dengan yang kalian nyatakan?Hampir sebagian besar dari mereka pasti akan mengatakan "semuanya tidak seindah yang kalian bayangkan".

Menjadi anak tunggal sesungguhnya ada positif dan negatifnya. Sebagian orang berfikiran bahwa menjadi anak tunggal itu hidupnya sudah pasti sangat nyaman. Memang segala sesuatu yang diinginkan oleh anak tunggal pasti akan diusahakan dibelikan oleh orang tuanya. Apabila sang anak menginkan baju baru, pasti langsung akan dibelikannya, ingin makan direstoran tinggal mencari restoran yang diingkinkan oleh anaknya, ingin mainan baru pasti langsung dibelikan. Pokoknya anak tunggal memang seperti "raja" atau "ratu", segala keinginannya pasti terpenuhi. Anak tunggal itu tidak perlu berbagi apa yang dia punya kepada saudara kandungnya, secara mereka tidak mempunyai "saingan" dalam rumah, oleh karena itu terkadang anak tunggal lebih egois dibandingkan anak-anak lain yang mempunyai kakak atau adik.

Setiap orang tua pasti menginkan yang terbaik bagi anaknya, apalagi kalau ternyata anaknya hanya satu saja, pasti orang tua tersebut sangat memperhatikan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh sang anak. Pertanyaannya adalah apakah orang tua tersebut pernah mendiskusikan segala keinginannya kepada sang anak? Bagi orang tua yang "berkecukupan" pasti akan menyekolahkan anaknya di sekolah international. Selain itu memberikan berbagai macam les diluar jam sekolahnya demi menghasilkan keturunan yang mapan dan cerdas, namun pernahkan orang tua tersebut menanyakan, "kamu nyaman gak sayang sekolah di sana?kamu capek gak dengan banyaknya kegiatan diluar sekolah?".

Kejenuhan dan kesepian adalah musuh besar bagi anak tunggal, apalagi jika kedua orang tua mereka bekerja. Mungkin sang anak hanya bermain dengan baby sitter atau pembantu rumah tangga. Begitu khawatirya orang tua, terkadang mereka melarang anaknya untuk bermain diluar rumah, jangan manjat-manjat atau lari-larian, kalau mau hidupin kompor suruh bibi saja atau jangan main gunting atau pisau. Pada dasarnya semakin banyak penggunaan kata "jangan", maka akan membentuk kepribadian yang buruk terhadap anaknya itu sendiri. Bisa saja anaknya menjadi orang yang susah bergaul dikemudian hari atau menjadi anak yang penakut untuk melakukan banyak hal atau takut dalam mengambil sebuah keputusan.

Secara tidak langsung, kebanyakan anak tunggal menerima saja apa yang diberikan dan ditetapkan oleh orang tuanya. Terkadang sifat over protective orang tua terhadap anaknya tersebut membuat sang anak memiliki sifat "pembangkang" dikemudian hari. Mungkin banyak anak tunggal diluar sana yang menjadi anak "pembangkang" ketika dewasa. Mereka merasa hidupnya selalu diatur oleh orang tuanya semenjak kecil, jadi ketika dewasa, mereka berusaha ingin mencari jati diri mereka yang sesungguhnya. Seharusnya ketika dewasa sang anak diberikan kebebasan untuk menentukan apa yang terbaik bagi dirinya, meski tidak dipungkiri bahwa apa yang diinginkan oleh orang tua pasti yang terbaik oleh anaknya.

Tentu ada sisi positif yang didapat jika sang anak lebih sering melewati hari-hari sendirian, yaitu menjadi anak mandiri. Banyak juga anak tunggal diluar sana menjadi anak yang tangguh dan mandiri. Kebiasaan mereka yang selalu melakukan hal-hal dirumah sendian itulah yang melahirkan sifat mandiri, sebagai contohnya mencuci piring, mengerjakan PR, menggosok pakaian atau sekedar menyapu.

So, mau punya adik atau kakak atau tidak keduanya, syukuri saja apa yang sudah ditetapkan Tuhan pada dirimu:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar