"Aku selalu menunggu kamu sampai akhirnya kamu meminang aku", ikrar dilubuk hati yang paling dalam. Tuhan, jika memang dia jodohku, permudahkankan kami untuk bersatu dan berikanlah rezki lebih bagi kami untuk mewujudkan impian kami, yaitu membangun sebuah rumah tangga yang harmonis, Amin. Sedikit terdengar lebay tapi sampai saat ini gw masih menunggu dirinya untuk melamar aku. Selama ini kita sering beradu pendapat ketika harus membicarakan masalah pernikahan. Sebenarnya sih yang menjadi permasalahannya adalah baik doi maupun gw masih belum bisa mensisihkan sebagian pendapatan kita untuk ditabungkan sebagai modal untuk menikah.
Disatu sisi orang tua sudah menuntut agar gw segera menikah. Sudah pasti gw stress dan ujung - ujungnya pasti gw push pacar gw untuk segera menikahi gw. Dia mempermasalahkan keuangan gw yang suka lenyap gitu aja kalau udah shopping, padahal kalau dipikir - pikir seharusnya doi dong yang punya otak untuk ngumpulin uang. Toh, nyatanya dia sendiri ga bisa nyisihin uangnya buat ditabung. Uang dia kebanyakan dipakai untuk kumpul bareng temannya, belum lagi kalau keluarganya kesulitan uang, pasti minjem uangnya ke doi dan satu lagi judi. OK, rasanya gw sudah cukup sabar selama ini kok. Suatu saat gw yakin dia akan berubah dan buktinya sekarang doi sudah mulai berfikir untuk masa depannya. Doi sudah mulai mengurangi jatah waktunya untuk bermain dengan teman - temannya bahkan udah gak main judi. Hmmm, bukan judi gede - gedean ya, hanya judi kecil - kecilan yang dari dulu sebenernya udah gw larang banget dan alhamdulillah sekarang dia sudah mengerti kenapa gw larang doi melakukan itu.
Ketika masalah keuangan ini semakin memanas, kami memutuskan untuk saling introspeksi diri. Dua hari tidak saling berkomunikasi bukan berarti kita putus. Dalam masa introspeksi diri, gw sadar kalau gw terlalu menuntut dia untuk menikah. Gw pun mulai sadar, selama ini gw push dia untuk nikahin gw semata mata karna gw di push juga sama nyokap gw. Jauh didalam lubuk hati gw, gw pun belum siap 70% untuk menikah, baik dari segi materi maupun mental. Untung aja cowo gw ini kebal dan ga kabur gitu aja karna seringnya gw push untuk menikah.
"Aku pasti akan nikah sama kamu. Aku udah gak ada keinginan untuk cari wanita lain kok. Tapi tolong jangan terlalu push aku seperti ini, ak bisa stress kalau begini keadaanya. Sekarang aku hanya fokus bekerja, kumpulin uang buat kita nikah kok. Aku udah jarang kumpul atau main sama teman - teman aku, kamu kan tau sendiri sekarang aku lebih sering di rumah kalau lagi libur. Aku mohon cukup doakan aku saja semoga aku diberikan rezki lebih jadi kita bisa cepet nikah. Aku kasih ATM aku ke kamu, kamu sisihkan sendiri berapa uang yang buat aku bekerja dan sisanya kamu tabung ajah di tabungan kamu buat kita nanti" Kata - kata ini persis dengan apa yang doi katakan gw. Mungkin memang gw terlalu bawel dan membuat dia stress.
Allah akan mempermudah setiap umatnya yang memang ingin beribadah tulus padaNya. Pernikahan juga termasuk ibadah kok, semoga Allah memperlancar menuju janji suci tersebut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar