Selasa, 29 September 2015

Gulai Daging Ala Minang


Masih berkaitan dengan Idul Adha. Kali ini gw memasak gulai daging sapi. Berbekal resep dari Ibunda tercinta, gw memberanikan diri untuk membuatnya sendiri. Sesungguhnya gw paling malas membuat gulai ala minang, why? karena bumbunya yang banyak banget. Langsung aja nih gw share berbagai macam bumbu dan cara memasak gulai daging sapi yang nikmat ala orang minang :

Bahan Utama :

1/2 - 1 Kg daging sapi 

Bumbu yang dihaluskan :
  • 5 buah bawang merah
  • 7 buah bawang putih
  • 1 ruas jari kunyit
  • 4-5 cm jahe
  • 1 buah pala
  • Ketumbar secukupnya
  • Merica secukupnya
  • 10 - 15 buah cabai merah (Sesuai selera)

Bumbu lainnya : 
  • Santan instan kara 2 bungkus
  • 2 lembar daun kunyit
  • 2 buah sereh (digeprek)
  • 7 - 10 lembar daun jeruk 
  • 2-3 lembar daun salam
  • 3 - 5 cm laos (digeprek)
  • 3 Buah kentang (kupas kulitnya)

Cara Membuat : 
  • Tumis sebentar semua bumbu halus dan bumbu lainnya dengan api sedang.
  • Setelah harum, masukkan santan dan tambahkan air secukupnya.
  • Masukkan kentang yang sudah dikupas dan dipotong menjadi 4 bagian, aduk terus sampai mendidih agar tidak pecah dan matang sempurna.
  • Setalah mendidih, masukkan daging dan masak hingga daging empuk.

Note : Sesuaikan bumbu dengan banyaknya daging yang akan dimasak ya!

Selamat mencoba. 

Sate Kambing Manis Gurih


Idul Adha sangat identik dengan sate menyate. Ya, tentu saja, saat Idul Adha banyak orang yang mendapat jatah daging, baik daging sapi maupun daging kambing secara gratis. Biasanya sih kebanyakan orang membuat sate kambing. Sejujurnya gw anak yang paling anti memakan makanan yang berbahan dasar daging kambing, karena berbau tak enak, selain itu juga dagingnya keras. Mungkin juga ditambah bokap maupun nyokap gw juga bukan penikmat daging kambing. Setelah menikah  lambat laun gw mulai mencicipi daging kambing, dengan catatan tidak berbau kambing ketika dimakan. Kebawa sama suami juga sih... Doi suka banget sama yang namanya daging kambing.  

Idul Adha sekarang adalah Idul Adha pertama dengan status istri dari Irwan Afandi. Untuk pertama kalinya juga gw meminta daging kambing dong ke nyokap karena mau bikin sate. Well, iseng - iseng nyoba buat bumbu bakar si daging kaming, kali aja rasanya bakalan enak dan ternyata enak Hihihi. 

Tips agar daging kambing tidak berbau adalah jangan pernah mencuci daging kambing yang kalian dapat. 

Tips agar daging kambing empuk : Gunakan daun pepaya untuk membungkus daging sebelum dibakar atau bisa juga menggunakan parutan nanas. 

Kali ini sih gw tidak menggunakan daun pepaya maupun parutan nanas, tapi alhamdulillah dagingnya tetap empuk :) Nih gw kasih bahan untuk melumuri daging kambing agar manis dan gurih:

Bahan - bahan :
  • 1/2 - 1 Kg daging kambing
  • Kecap manis secukupnya
  • 2 -3 btr bawang putih (tumbuk kasar)
  • 1 Sdm Mentega 
  • 1/2 SdtKecap asin 
  • 1 Sdm Saus tiram 
  • Daun sereh dikeprek 
Cara Membuat: 
  • Masukkan semua bahan di dalam wadah, lalu aduk.
  • Potong dadu daging kambing (Jangan terlalu besar).
  • Bakar daging setengah matang.
  • Lumuri daging kambing yang setengah matang dengan bumbu yang ada di dalam wadah dengan menggunakan sereh
  • Diamkan 1-2 menit daging yang telah diberi bumbu
  • Bakar lagi sampai matang
  • Sajikan selagi hangat 
Akan lebih nikmat jika dimakan dengan kecap yang dicampur dengan bawang merah, cabai rawit/cabai setan, tomat dan perasan jeruk limau.

Note : Semua bahan harus disesuaikan dengan banyak daging yang ingin disate. 






Senin, 21 September 2015

Yang Mau Slalu Disayang Suami, Baca Ini dulu


Dulu waktu sebelum menikah, Ibuku pernah berkata,"Sesibuk- sibuknya kamu bekerja nanti setelah menikah, kamu harus tetap memasak."Memasak untuk suami ada wajib dilakukan oleh seorang istri. Ini adalah wujud dari rasa cinta seorang istri terhadap suaminya. Suami mana yang gak makin cinta kepada istrinya kalau setiap hari dimasakin? Semua wanita BISA memasak, kendalanya hanya KEMAUAN saja kok. Memasak itu menyenangkan apalagi kalau ternyata masakan kita enak dan suami bisa sampai nambah makannya. Segala keringat terbayar sudah kok kalau melihat suami kita makan lahap. Kalau belum bisa memasak enak, terus belajar dan mencoba, pasti nanti bisa kok masak. Ingat, harus ada niat dari dalam diri kita dulu ya. Niat tulus dan ikhlas memasak untuk suami.

Memasak makanan gak usah yang ribet - ribet, dimulai dari telur dadar bisa dong? Lanjut dengan menumis sayuran. Nanti juga lama kelamaan kalian akan bereksperimen sendiri kok dengan masakan ala kalian sendiri. Yakin deh suami akan ingin pulang cepet - cepet kalau istrinya rajin masak. Apa gak bakalan bangga kalian kalau suami kalian cerita ke orang tuanya atau teman - temannya kalau kalian jago masak? Kalau bisa malah setiap hari kalian bekali suami kalian dengan masakan buatan kalian sendiri. Selain sehat, tentu bisa memangkas pengeluaran harian suami loh, kan lumaya bisa ditabung. 

Aku adalah anak tunggal yang memang jarang sekali jajan. Boleh dibilang aku anak rumahan yang kerjanya sekolah, belajar, main sebentar terus stay di rumah. Bagi aku masakan yang paling enak adalah masakan Ibuku. Ibuku dulu adalah seorang wanita karir, hebatnya adalah sesibuk - sibuknya beliau, beliau tetap masak untuk ayah dan aku. Ayahku senang sekali dengan masakan Ibuku. Setiap kali memakan masakan Ibuku, ayah selalu lahap makannya. Ayah bekerja di luar negeri, kata ayah hal yang paling dia rindukan adalah masakan Ibuku. Aku setujuh dengan Ayah, akupun juga selalu merindukan masakan Ibuku jika aku berada jauh dari Ibuku. Ketika aku beranjak dewasa, ku selalu membantu Ibuku memasak, at least ngupasin bawang dan bumbu dapur lainnya, tapi sekalipun aku tidak pernah memasak sendiri, kecuali masak telur dadar atau mie. 

Ketika aku menikah, aku bertekad untuk seperti Ibuku yang selalu sadar akan kewajibannya yaitu memasak untuk suami dan anaknya. Apa yang aku lakukan dulu, yaitu membantu Ibu memasak ada gunanya, bahkan sangat berguna sekali. Aku yang tidak pernah memasak, ternyata menuruni bakat Ibuku, yaitu bisa memasak. Aku sendiri pun heran dan kaget ternyata aku bisa masak. Suamiku bahkan kaget karna yang dia tahu selama ini aku tidak pernah bisa memasak. "Aku tidak menyangka, ternyata kamu bisa memasak dan aku suka banget semua masakan kamu." itu adalah pujian pertama yang dilontarkan suamiku. Betapa bahagianya aku bisa memasakkan suamiku masakan dari tangan ku sendiri. Memang suamiku tidak pernah menyuruh atau menuntut aku untuk memasak, tapi naluri sebagai seorang istri telah tumbuh pada diriku sekarang. 

Fast Food memang sudah sangat menjamur di luar sana, tapi apakah akan sama jika kamu sendiri yang membuatnya? Secuek - cueknya suami akan makanan, mereka sangat menghargai masakan istrinya kok. sedikit banyak suami ingin dilayani oleh sang istri. Sedikit banyak pasti suami ingin mencicipi masakan istrinya. Kalau dia membeli makanan terus di luar, terus apa gunanya dia menikah denganmu? 

Hayo mulai sekarang belajar untuk memasak bagi yang belum bisa dan belum mau untuk memasak. Kalau mau disayang suami, masaklah!



Minggu, 20 September 2015

"Dear Husband : Jangan Jadikan Aku Bahan Perbandingan"


Jawab pertanyaan berikut ini (Khusus para lelaki) :

1. Bagaimana kriteria wanita yang akan menjadi istri kamu nanti?
2. Apakah kecantikan fisik menjadi satu - satunya kriteria kalian dalam mencari istri?
3. Jika kalian orang yang bertampang pas - pasan, lalu ada wanita baik hati tapi tampangnya pas -     pasan juga namun baik hati, apakah kalian akan memilih dia untuk menjadi istri kalian?

Well, setiap orang punya kriteria masing - masing dalam mencari istri. Ketika kalian sudah memutuskan untuk memilih seorang wanita untuk menjadi istrimu, otomatis kalian harus menerima segala kelebihan dan kekurangan dari wanita tersebut. Satu hal: jangan pernah membandingkan istri kalian dengan wanita - wanita di luar sana. Kalau kalian tetelah menikah menilai wanita lain lebih cantik dari istri kalian, sesungguhnya kalian sudah melakukan kesalahan. Bagaimana bisa kalian memuji kecantikan wanita lain sedangkan istri kalian sendiri gak pernah kalian berikan biaya untuk perawatan? Emangnya gak mau apa kalau istrinya dibilang cantik juga? Kalau muji - muji wanita lain, kenapa gak cari wanita yang seperti itu aja buat jadi istri kalian? Pasti kalian ga masuk kriteria mereka kan? hihihi

Pada dasarnya semua wanita itu cantik, tinggal bagaimana si wanita itu menjaga dan merawat agar tubuhnya tetap cantik dan ideal. Ingat, istri sebisa mungkin harus bisa merawat tubuh agar sang suami selalu cinta ke kamu. Istri itu paling benci kalau dibanding - bandingkan kecantikkannya dengan wanita lain. Let say,  paling benci banget kalau dibandingkan dengan artis atau model di TV. Sekarang gini, kalian para suami kasih budget khusus gak buat istri kalian khusus untuk perawatan kecantikkan? or at least budget untuk membeli pakaian, sepatu, tas, atau aksesoris mahal layaknya artis -artis di TV? Kalau kalian cuma mampu kasih uang pas - pasan buat dapur aja, jangan nuntut atau mengejek istri kalian di rumah. DO NOT EVER SAY THIS IN FRONT OF YOUR WIFE, DEAR HUSBAND " Ih Si (Nama Wanita Lain) cantik banget ya, sexy pula badannya"

Nih baca dulu deh gambaran berapa budget yang kalian harus keluarkan agar istri kalian tampil cantik ala artis, SANGGUP ?

artis/34933-harga-tubuh-seorang-artis.html-harga-tubuh-seorang-artis.html

Sedikit pencerahan ya untuk para istri yang suaminya berpenghasilan pas - pasan: Coba untuk berolahraga at least seminggu sekali or 2 kali seminggu. Bisa dong jogging, kan gak pakai biaya or sit up kek setiap pagi biar perut gak buncit. Makan makanan yang sehat (sayur - sayuran dan buah - buahan) serta perbanyak minum air putih agak awet muda dan jangan lupa atur pola makan. Jangan pernah berfikiran seperti ini "Ah gw udah nikah ini, ngapain nyusahin hidup ngatur pola makan atau olahraga."

Kalau suami kalian memiliki budget yang lumayan mah, minta ajah kali ke doi uang buat perawatan and nge-gym. Hak kalian juga itu loh, wahai para istri. Lagian jadi suami mau lebih tapi gak mau keluar lebih, HELLO...! Sukanya muji wanita lain, istrinya sendiri malah dicuekin. Dari pada cuma muji cewe lain, mending kalian permak istri kalian sesuai dengan apa yang kalian mau.

"Aku terima kamu apa adanya kok," bilang aja gak mau modal makanya bilang terima kita apa adanya. Buktinya masih suka muji wanita lain kan? Hayoooo jadi nerima apa adanya nih? 

Udah ah gak ada maksud mojokin para suami - suami di luar sana. Beruntunglah yang punya suami gak suka banding - bandingin istri dengan cewe lain, so that's why i love him :)







Selasa, 15 September 2015

Bacaan Singkat untuk Para Suami


Tulisan ini tidak bermaksud ingin mengingkari "kodrat" seorang wanita sebagai seorang istri. Memang sudah kewajiban seorang istri untuk melayani seluruh kebutuhan suami, mulai dari melayani di ranjang, mengasuh anak, memasak, membersihkan rumah sampai mengatur budget rumah tangga. Pantas rasanya kalau semua istri yang sudah mengerjakan kewajiban - kewajiban tersebut diberi gelar Wonder Woman. Belum lagi ditambah istri - istri yang juga mencari nafkah untuk membantu keuangan keluarga. Bayangkan saja segitu banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan oleh seorang istri, apakah kalian para suami tidak kasihan melihat istri kalian seperti itu?

Remember, istrimu bukanlah pembantumu yang 24 jam bekerja untukmu. Salahkah jika pekerjaan tersebut dibagi 2 dengan kalian, para suami? Apakah salah jika suami membantu istri dalam pekerjaan rumah? atau sekedar menjaga anak dikala istri sibuk di dapur? Apakah dengan membantu istrimu mengerjakan pekerjaan rumah, menjadikan derajadmu turun dimata orang? Apakah kalian bisa menonton tv dengan nyaman sedangkan istri kalian sibuk mencuci baju, membereskan rumah atau memasak sementara masih ada pekerjaan rumah lain yang sesungguhnya bisa kalian bantu kerjakan? Semua akan lebih indah dan selaras jika dikerjakan bersama - sama. Itulah hakikatnya mengapa kalian berjanji tuk selalu bersama sampai mati. Kata "Bersama" disini memiliki makna yang luas, tidak hanya hidup berdua bersama -sama saja, tapi juga susah senang bersama - sama, memikul beban rumah tangga bersama, saling membantu dan juga saling menghargai satu sama lainnya.

Walau hanya sekedar menyapu lantai, itu bisa meringankan pekerjaan istri loh. Selagi istri memasak, bisa dong jagain anak sebentar, toh itu anak hasil dari darah daging kalian berdua, bukan begitu? Tangan istri cuma ada 2, ketika istri mencuci piring, lalu anak menangis, repot banget kan kalau harus di-handle sendiri sama sang istri? Gak perlu dong suami teriak - teriak ke istri buat urus anaknya yang lagi menangis sedangkan dia sedang repot di dapur? Hanya sebentar saja mengajak anak anda tenang bermain dengan anda.

Untuk jaman sekarang ini sepertinya sudah banyak kaum suami yang mulai berfikiran untuk saling bekerja sama dengan sang istri baik dalam hal mengasuh anak maupun merawat rumah. Terkadang bahkan ada suami yang membantu istri memasak. Sexy banget loh kalau melihat suami masak. Sesekali istri kan juga mau mencicipi hidangan buatan suaminya. Jangan cuma mencela masakan istri aja, coba dong masak buat istri. Apakah masakan kalian lebih enak? hihihi Ya, kalau lebih enak mah OK banget :)

Hanya butuh kesadaran dan kemauan untuk membantu istrimu di rumah. Jika tidak bisa dilakukan setiap hari, bisa dong membantu sewaktu anda libur? Memang bukan kewajiban anda kok untuk membantu membereskan rumah atau menjaga anak, tapi ini adalah bentuk rasa cinta anda ke istri anda juga loh para misua...



Selasa, 08 September 2015

Bagaimana Bisa...?

Sedikit renungan bagi kita yang sering sekali mengeluh. Semoga kelak kita bisa lebih mensyukuri apa yang kita punya saat ini.



Bagaimana kita bisa bersantai - santai di rumah tanpa bekerja, sedangkan banyak orang di luar sana yang masih bekerja walaupun sudah lanjut usia, bahkan orang - orang yang memiliki keterbatasan fisikpun masih semangat mencari uang? terik panasnya matahari mereka lalui demi sesuap nasi.

Bagaimana kita bisa mengeluh akan gaji kecil, bos yang menyebalkan atau pekerjaan yang menumpuk di kantor, sedangkan masih banyak saudara kita di luar sana yang sulit mendapatkan pekerjaan yang layak seperti kita?

Bagaimana kita bisa mengeluh akan orang tua kita yang bawel dan banyak ngatur ini itu, padahal banyak anak - anak di luar sana yang sudah tidak memiliki orang tua dan mereka mendambakan memiliki orang tua yang utuh seperti kita?

Bagaimana kita bisa mengeluh akan rumah yang kita tempati sekarang ini, padahal banyak saudara kita di luar sana yang tidak memiliki rumah yang layak seperti kita? Mereka harus tidur di bawah terik matahari atau berselimutkan dinginnya malam, sedangkan kita?



Bagaimana kita bisa mengeluh akan makanan yang setiap hari kita makan atau membuang - buang makanan, sedangkan banyak teman kita di luar sana yang belum tentu bisa makan setiap hari seperti kita?



Bagaimana kita bisa mengeluh akan tugas paper/ujian/dosen yang menyebalkan  di kampus padahal banyak teman kita di luar sana yang tidak bisa kuliah karna keterbatasan finansial?

Bagaimana kita bisa mengeluh akan penampilan kita, padahal banyak teman kita di luar sana yang tidak bisa membeli baju baru yang bagus atau make up yang mahal bahkan tas ataupun sepatu bermerek seperti yang bisa kita beli setiap bulannya?

Bagaimana kita bisa mengeluh akan transportasi yang kita gunakan untuk pergi ke sekolah, sedangkan banyak teman kita di pedalaman sana yang harus berjuang melewati banyak rintangan untuk menuju ke sekolahnya? Bahkan terkadang membahayakan nyawa mereka sendiri.



Cobalah untuk melihat "ke luar" sana saudara - saudara kita yang hidupnya jauh tidak lebih beruntung dari kita, tapi mereka masih bisa mensyukuri hidup mereka. Mereka masih bisa tersenyum. Mereka tidak pernah mengeluh dan selalu berjuang untuk memperbaiki kehidupan mereka hari demi hari agar bisa hidup lebih layak. 

Senin, 07 September 2015

Short Vacation : Berkuda di Alam Bebas

Setiap liburan gak jauh - jauh pasti ke Puncak. Bosen? Enggak sih, cuma ada kalanya gw butuh mencoba tempat baru. Udah prepare banyak hal buat ke Jogja malah gagal. Mau banget digantiin ke Bandung tetep aja ada aja yang gagalin gegara uang ga ada. Ujung -unjungnya mah udah pasti ke Puncak. Yah, dari pada gak kemana - mana. Percuma juga kan udah ngambil cuti 3 hari tapi cuma di rumah doang. Ogah banget gw.

Boleh dibilang liburan kali ini berani nekat secara duit cuma sisa 500rb. Gw dah gak peduli pokoknya harus banget liburan gak mau tau gimana caranya. Berngkatlah gw malam hari ke Puncak. Random banget sih emang, gak jelas mau kemananya, yang penting liburan. "Mau kemana kita malam ini" tanya suami gw. Entahlah. Simple ajah sih, "kemana ajah kamu bawa aku, aku seneng yang penting keluar rumah hihihi." Terdamparlah kami di tempat paralayang. Saat itu sudah hampir pukul 00:00. Entah mengapa tempat ini tuh favorit gw banget. Gw bisa duduk santai sambil melihat pemandangan kota Bogor dan sekitarnya dari ketinggian. Satu hal lagi, sepertinya tempat ini juga cocok untuk menyelesaikan masalah dengan kepala dingin. Secara mungkin suasananya juga yang super tenang dan dingin.

Udah hampir sekitar jam 3 pagi kita memutuskan untuk beranjak pergi mencari tempat penginapan, sekalian mencari sate maranggi yang cukup terkenal di daerah Cipanas, tapi sayangnya udah sampai pasar cipanas pun kami tidak menemukan si sate itu. Paling gak gw menemukan tempat yang bernama Nicole's Kitchen yang waktu itu sempet booming karna tempatnya yang serba putih. Gak ke tempat itu juga sih kita, secara masih pagi buta gitu. Sudah hampir jam 4, kami belum menemukan tempat penginapan, even di tempat yang biasa kita booking ternyata sudah full. Ujung - ujungnya tidur di villa-villa kecil gitu, ya lumayan lah dari pada gak tidur sama sekali. Anyway, baru kali ini loh gw ke Puncak bawa bekel sendiri, niatnya mau menghemat biar gak beli makan malem, maklum keuangan lagi tiris banget hihihi.

Besok paginya sekitar jam 9 kami sudah bangun dan bersiap untuk mengunjungi beberapa tempat. Pilihannya sih kalau gak ke Kota Bunga, ya ke Gunung Mas. Well, akhirnya kita memutuskan untuk ke Gunung Mas. Sudah lama banget gw gak berkuda, ya walaupun masih dibimbing sama mas - masnya, tapi masih aja ada rasa takut menunggangi kuda hihihi #Norakbanget.




Liat deh view-nya keren banget!



Santai sore sejenak dengan pemandangan pegunungan itu asik. Look at This!







Kemanapun liburannya, asalkan berdua, pasti seru :)