Dulu waktu sebelum menikah, Ibuku pernah berkata,"Sesibuk- sibuknya kamu bekerja nanti setelah menikah, kamu harus tetap memasak."Memasak untuk suami ada wajib dilakukan oleh seorang istri. Ini adalah wujud dari rasa cinta seorang istri terhadap suaminya. Suami mana yang gak makin cinta kepada istrinya kalau setiap hari dimasakin? Semua wanita BISA memasak, kendalanya hanya KEMAUAN saja kok. Memasak itu menyenangkan apalagi kalau ternyata masakan kita enak dan suami bisa sampai nambah makannya. Segala keringat terbayar sudah kok kalau melihat suami kita makan lahap. Kalau belum bisa memasak enak, terus belajar dan mencoba, pasti nanti bisa kok masak. Ingat, harus ada niat dari dalam diri kita dulu ya. Niat tulus dan ikhlas memasak untuk suami.
Memasak makanan gak usah yang ribet - ribet, dimulai dari telur dadar bisa dong? Lanjut dengan menumis sayuran. Nanti juga lama kelamaan kalian akan bereksperimen sendiri kok dengan masakan ala kalian sendiri. Yakin deh suami akan ingin pulang cepet - cepet kalau istrinya rajin masak. Apa gak bakalan bangga kalian kalau suami kalian cerita ke orang tuanya atau teman - temannya kalau kalian jago masak? Kalau bisa malah setiap hari kalian bekali suami kalian dengan masakan buatan kalian sendiri. Selain sehat, tentu bisa memangkas pengeluaran harian suami loh, kan lumaya bisa ditabung.
Aku adalah anak tunggal yang memang jarang sekali jajan. Boleh dibilang aku anak rumahan yang kerjanya sekolah, belajar, main sebentar terus stay di rumah. Bagi aku masakan yang paling enak adalah masakan Ibuku. Ibuku dulu adalah seorang wanita karir, hebatnya adalah sesibuk - sibuknya beliau, beliau tetap masak untuk ayah dan aku. Ayahku senang sekali dengan masakan Ibuku. Setiap kali memakan masakan Ibuku, ayah selalu lahap makannya. Ayah bekerja di luar negeri, kata ayah hal yang paling dia rindukan adalah masakan Ibuku. Aku setujuh dengan Ayah, akupun juga selalu merindukan masakan Ibuku jika aku berada jauh dari Ibuku. Ketika aku beranjak dewasa, ku selalu membantu Ibuku memasak, at least ngupasin bawang dan bumbu dapur lainnya, tapi sekalipun aku tidak pernah memasak sendiri, kecuali masak telur dadar atau mie.
Ketika aku menikah, aku bertekad untuk seperti Ibuku yang selalu sadar akan kewajibannya yaitu memasak untuk suami dan anaknya. Apa yang aku lakukan dulu, yaitu membantu Ibu memasak ada gunanya, bahkan sangat berguna sekali. Aku yang tidak pernah memasak, ternyata menuruni bakat Ibuku, yaitu bisa memasak. Aku sendiri pun heran dan kaget ternyata aku bisa masak. Suamiku bahkan kaget karna yang dia tahu selama ini aku tidak pernah bisa memasak. "Aku tidak menyangka, ternyata kamu bisa memasak dan aku suka banget semua masakan kamu." itu adalah pujian pertama yang dilontarkan suamiku. Betapa bahagianya aku bisa memasakkan suamiku masakan dari tangan ku sendiri. Memang suamiku tidak pernah menyuruh atau menuntut aku untuk memasak, tapi naluri sebagai seorang istri telah tumbuh pada diriku sekarang.
Fast Food memang sudah sangat menjamur di luar sana, tapi apakah akan sama jika kamu sendiri yang membuatnya? Secuek - cueknya suami akan makanan, mereka sangat menghargai masakan istrinya kok. sedikit banyak suami ingin dilayani oleh sang istri. Sedikit banyak pasti suami ingin mencicipi masakan istrinya. Kalau dia membeli makanan terus di luar, terus apa gunanya dia menikah denganmu?
Hayo mulai sekarang belajar untuk memasak bagi yang belum bisa dan belum mau untuk memasak. Kalau mau disayang suami, masaklah!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar